Kenapa video iklan bisa naikin performa sales iklan 2-5x lipat?
Comment
4views
Kenapa video iklan bisa naikin performa sales iklan 2-5x lipat?
Grand SlamยทApr 17, 2026
Video ini untuk kamu yang baru mau mulai ngiklan.
Kita belajar:
- Alasan utama mengapa video iklan bisa ningkatin performa sales
- Strategi 'message picking' untuk menentukan pesan yang tepat untuk konten iklan kita
Chapters
00:00
Intro
01:15
Case 1 - Brand Fashion
05:50
Case 2 - Brand Sporswear
07:24
Kenapa harus video konten?
07:54
Message Picking Strategy
09:45
Defining Your Message
13:02
What's next?
Transcript
Copy
00:00
Hari ini kita akan bahas kenapa video iklan itu bisa meningkatin performa iklan 2-5 kali lipat.
00:08
Terutama untuk menaikkan sales kita yang ada di iklan.
00:12
Nah, kali ini videonya sebenarnya ditujukan untuk teman-teman yang baru pertama kali mulai untuk beriklan.
00:21
Jadi belum pernah iklan dan mau coba mulai iklan.
00:23
Atau udah pernah iklan cuman nggak tau kenapa sih video iklan ini bisa works dan nggak works gitu.
00:29
Dan gimana cara bikinnya.
00:31
Atau mungkin beberapa teman-teman afiliator yang mau belajar gimana caranya bikin video yang lebih perform dibanding yang lainnya.
00:38
Dan kali ini kita akan bahas kenapa video iklan bisa naikin performa sales iklan 2-5 kali lipat.
00:43
Singkat aja, langsung aja kita mulai.
00:47
Pertama kita harus tahu dulu kenapa kita tuh mesti atau wajib atau harus bikin yang namanya video konten atau video iklan.
00:58
Kita akan belajar dua alasannya di video ini.
01:02
Untuk menjawab atau untuk ngasih tau tentang alasan-alasan ini, gue mungkin perlu cerita dari case-case client yang pernah kami hadapi.
01:12
Pertama, dari case pertama adalah satu client kami yang clientnya itu fashion.
01:21
Yang mau gue kasih tau di sini adalah video iklan itu bisa mempercepat orang notice brand kita.
01:28
Apalagi kalau kita lakukan dengan super sering.
01:32
Dan super cepat.
01:34
Jadi semakin cepat orang notice brand kita dan kita bisa dapet lebih banyak feedback gitu ya.
01:39
Untuk brand dan produk kita.
01:41
Nah, balik ke cerita klien tadi, klien kami, klien pertama itu adalah klien fashion.
01:48
Nah, klien fashion ini awalnya dia tuh cuman ngerunning tiga video doang.
01:53
Satu, dua, tiga.
01:54
Nah, waktu itu kalau nggak salah kita bikin videonya itu ada beberapa jenis ya.
02:01
Itu yang pertama ada try on.
02:03
Yang pertama ada tipe try on, yang kedua ada unboxing, yang ketiga ada branded content atau cinematic lah orang biasa bilangnya.
02:22
Nah dari ketiga video ini kita coba running dan coba testing di dashboard gitu ya.
02:30
Nah dari ketiga tipe video ini kita dapat nih beberapa yang winning dan nggak winning.
02:37
Yang winning saat itu adalah kebetulan adalah yang try on dan yang unboxing.
02:43
Sedangkan yang branded content ini kurang works lah intinya.
02:48
Nah jadi dari sini kita dapetin feedback bahwa Orang-orang yang nonton video kita atau orang-orang yang nge-follow brand kita itu suka sama tipe konten yang try-on dan juga unboxing.
03:03
Dari sini ketika kita ngerunning iklan, kita bisa dapetin feedback.
03:09
Kita bisa dapetin data mana yang orang suka terhadap konten, produk, sama brand kita.
03:15
Kebetulan di client fashion ini dia suka sama try-on dan unboxing orang-orang yang nonton kontennya.
03:22
Nah dari sini apa yang kita lakukan?
03:24
Yang kita lakukan adalah kita memproduksi lebih banyak konten.
03:30
Nah tapi bikin produksi kontennya enggak sembarangan.
03:33
Kita bikin kontennya itu try on dan unboxing.
03:38
Jadi disini semuanya itu kita bikin konten try on dan unboxing.
03:43
Kalau nggak salah waktu itu kita bikin sekitar 10 sampai 15 konten.
03:49
Jadi disini ada konten unboxing, unboxing, unboxing, try on, try on, try on, Dan seterusnya.
04:04
Jadi apa yang terjadi dari sini ketika kita memperbanyak konten yang memang kita tahu udah orang sukain.
04:14
Yang terjadi adalah keseluruhan video iklannya itu naik.
04:20
Baik itu try on maupun unboxing.
04:23
Kenapa bisa gitu?
04:24
Karena kita tahu, kita udah dapet feedback dari video-video awal yang kita buat.
04:30
Awalnya kita cuma bikin 3 video, ada try-on, unboxing, sama branded content.
04:34
Tapi yang orang suka ternyata try-on sama unboxing.
04:36
Yaudah, next-nya kita tinggal bikin konten try-on dan juga unboxing.
04:41
Nah dari sini kita tahu bahwa Konten iklan itu bisa menghasilkan atau memberikan data yang bisa kita gunakan sebagai feedback buat produk dan juga brand kita.
04:55
Even mereka belum beli dari toko kita ya.
04:59
Cuman kita udah bisa dapet nih, udah dapet hint atau tanda apa sih yang orang suka dari produk kita atau tipe konten seperti apa sih yang orang suka dari brand kita.
05:10
Jadi nomor satu, kita udah tahu bahwa konten iklan itu atau konten itu bisa memberikan kita feedback lebih cepat mengenai produk, brand, dan juga tipe konten yang orang suka dengan apa yang kita buat.
05:27
Itu case pertama.
05:29
Nah, gue punya case kedua yang sebenarnya ceritanya lumayan berbeda.
05:33
Poin kedua dari kenapa harus bikin konten iklan adalah kalau misalnya kontennya itu hit atau works banget, itu bisa ngasih leverage sales 10 kali lipat.
05:48
Atau bahkan lebih tinggi ke brand kita.
05:52
Nah, casenya gini nih.
05:54
Jadi ini klien kami yang kedua, dia kliennya Sportswear.
05:58
Nah, klien Sportswear ini, kita tuh awalnya ngiklan cuma 5 video sebulan.
06:03
Jadi awalnya 5 video.
06:05
Nah, dari 5 video ini, ada satu nih yang winning.
06:10
Nah, tau nggak apa yang terjadi sama konten yang winning ini?
06:14
Konten yang winning ini, itu menghasilkan ratusan juta.
06:20
dan dirunning dalam waktu 3 sampai 6 bulan.
06:23
Yang sebenarnya dalam case video iklan jarang banget iklan bisa running selama itu dan masih nge-generate sales terus.
06:31
Dan dari satu video yang hit itu, dia ngasih leverage atau ngasih snowball sampai berkali-kali lipat.
06:44
Bayangin, satu video, satu produk dapat ratusan juta selama berbulan-bulan.
06:49
Lalu apa yang kita lakukan disitu, yaudah kita gak stop disitu dong.
06:53
Kita terus bikin konten-konten lainnya.
06:56
Nah dari konten-konten lainnya itu ada lagi yang winning, dapet lagi dua yang winning.
07:01
Akhirnya apa, yaudah ngegulung terus seperti bola salju.
07:05
Nah dari sini kita belajar bahwa konten iklan itu bisa ngasih leverage.
07:11
Atau snowball effect ke brand kita berpuluh-puluh kali lipat kalau misalnya kita dapetin satu video aja yang hit.
07:21
Jadi ini menarik banget sebenarnya untuk kita pelajarin.
07:25
Kenapa sih kita harus bikin video konten?
07:29
Yang pertama adalah kita bisa dapetin feedback lebih cepat terhadap tipe konten, produk, dan juga brand kita.
07:35
Nomor dua, kalau kita dapat hit itu memperbesar kemungkinan kita untuk ningkatin sales berpuluh kali lipat.
07:45
Jadi sekarang kita udah tau nih dua alasannya kenapa kita harus bikin konten iklan.
07:51
Sekarang pertanyaannya adalah Gimana caranya bikin konten iklannya?
07:59
Ya dong, kita udah tau nih kalau kita harus bikin konten iklan.
08:02
Nah sekarang nextnya adalah gimana caranya bikin konten iklan.
08:05
Nah ada satu cara yang sebenarnya gue pakai dari dulu sampai sekarang.
08:11
Nah cara ini adalah message picking.
08:15
Jadi message picking ini adalah proses dimana kita memilih pesan yang ingin kita sampaikan ke audience.
08:22
Ini adalah proses yang paling penting sebelum kita bikin kontennya.
08:26
Sebelum kita start shooting, start editing, start scripting, atau bikin hook, ini adalah salah satu proses yang paling penting, yaitu namanya message picking.
08:36
Nah, message picking ini, contohnya kayak gini.
08:38
Misalnya, let's say kita bikin brand yang fashion ya, karena seller fashion ini banyak banget di Indonesia.
08:46
Nah, dari fashion ini sebenarnya kan ada beberapa pesan yang bisa kita Pilihkan.
08:55
Jadi sebenarnya satu produk itu sebenarnya kan punya banyak pesan ya.
08:59
Dan tentunya punya banyak audience.
09:02
Nah ini gue bikin dia sedih karena belum punya baju bagus.
09:08
Nah jadi sebenarnya kita punya banyak pesan dan banyak market.
09:13
Nah tapi pertanyaannya adalah message mana yang mau kita pilih untuk kita sampaikan kepada target market kita.
09:23
Jadi message picking adalah proses dimana kita memilih pesan yang tepat untuk disampaikan kepada audiens kita.
09:34
Nah, gimana caranya memilih pesan yang tepat?
09:38
Ada lagi.
09:39
Caranya adalah biasanya gue menanyakan dua pertanyaan ini.
09:42
Dua pertanyaan simple.
09:45
Coba tanyakan dua pertanyaan ini ketika kamu mau bikin iklan.
09:49
Jadi sebelum bikin iklan, tanyain dulu dua pertanyaan ini.
09:51
Nomor satu adalah kalau mereka pakai, dan nomor dua adalah kalau mereka enggak pakai.
09:59
Jadi, tanyakan pertanyaan ini.
10:02
Kalau mereka pakai produk saya, apa yang terjadi?
10:06
Kalau mereka enggak pakai produk saya, apa yang terjadi?
10:09
Jadi misalnya di sini ya.
10:13
Kita isi dulu yang di sebelah sini ya.
10:16
Let's say, kita tanya, kalau produk kita fashion ya, kalau mereka pakai baju kita, apa sih yang akan terjadi atau mereka rasakan?
10:27
Yang akan terjadi adalah mereka, misalnya...
10:32
Let's say mereka jadi super rapih di kantor.
10:40
Misalnya itu yang pertama.
10:41
Jadi nomor satu kalau mereka pakai produk kita mereka jadi super rapih di kantor.
10:47
Nomor dua adalah mereka jadi lebih ganteng.
10:53
Jadi kalau mereka pakai baju kita mereka jadi super rapih atau mereka jadi lebih ganteng.
11:00
Nah nomor dua adalah yang terjadi kalau mereka enggak pakai produk kita, mereka bisa misalnya lepek atau apek karena gerah.
11:15
Ya kan?
11:15
Misalnya kalau ke kantor, pergi gitu ya, naik motor atau naik KRL, commute, itu bakal gerah dan lepek karena ya matahari gitu ya.
11:26
Atau kalau mereka enggak pakai, mereka bisa jadi insecure.
11:30
Misalnya gitu.
11:32
Nah, dari pertanyaan ini, kita kan udah nanyain dua pertanyaan simple ya.
11:37
Sebenernya ini bisa ditambahin lagi, terserah.
11:39
Misalnya mau ada berapa lagi, misalnya ada tiga lagi gitu.
11:44
Di sini juga ada tiga lagi, jadi ada banyak kan.
11:47
Nah, tapi dari dua pertanyaan ini, ini tuh kita udah dapet pesan yang mau kita sampaikan.
11:53
Kalau mereka pakai produk kita, mereka jadi super rapi dan lebih ganteng.
11:59
Kalau enggak pakai, kamu bakal lebih lepek atau apek karena keringetan, panas, gerah.
12:05
Atau kamu bisa jadi insecure.
12:08
Nah, dari dua pertanyaan ini aja, kita udah dapat beberapa pesan yang bisa kita testing.
12:17
Oke.
12:19
Yaudah, sekarang disini kita sudah punya nih empat message untuk dicoba dibuat menjadi iklan.
12:26
Nah sebenarnya ini proses yang orang sering lewatin.
12:29
Mereka terlalu langsung lompat nih ke hook-nya atau langsung lompat ke shooting-nya tanpa memikirkan pesan ini.
12:37
Jadi sebenarnya proses pertama yang harus kita lakukan adalah message pilih pesan mana yang mau dijadikan iklan.
12:44
Dari sini baru.
12:46
Kita bikin iklannya.
12:48
Karena ini yang paling penting.
12:51
Coba tanyakan dua pertanyaan ini sebelum kamu mulai bikin video iklan.
12:55
Nah dari sini, setiap message-nya baru kita shooting, editing, posting, dan evaluasi.
13:01
Kita testing.
13:02
Sekarang kita udah tau nih kenapa kita harus bikin video konten.
13:08
Karena nomor satu bisa dapetin feedback lebih cepat.
13:10
Nomor dua memperbesar kemungkinan kita dapat hit.
13:13
Dan kalau hit itu bisa ngasih leverage atau snowball effect kepada brand kita mungkin 10, 20, 30 kali lipat.
13:22
Dan kita udah belajar juga gimana cara bikinnya.
13:25
Yaitu nomor satu sebelum syuting, sebelum bikin hook kita lakukan yang namanya message picking.
13:33
Oke.
13:34
Nah, nextnya apa?
13:35
Ya udah.
13:36
Tinggal lo eksekusi aja.
13:38
Tinggal kita eksekusi.
13:40
Dan kalau masih bingung, belum yakin.
13:43
Masih ada webinar, free webinar.
13:45
Jadi kita mingguan itu kita ngadain free webinar buat teman-teman semua.
13:51
Kita akan live bedah ads dan juga bahas seputar dasar-dasar fundamental ads.
13:55
Langsung aja cek link di bio atau di description video ini.
13:59
See you next time.
Comments
Comments
No comments yet
Kenapa video iklan bisa naikin performa sales iklan 2-5x lipat? โ Tella